William Tan Kian Meng – A Doctor Like No Other

9EC07806C3CEF57336176AE4AD2C4“I live my life beyond the wheelchair. I recognize my limitations and accentuate the positives in my life such as developing my mind and arms”

“Saya hidup melalui kursi roda. Saya menyadari keterbatasan saya dan memilih untuk mengutamakan hal-hal positif dalam hidup saya, seperti mengembangkan kecerdasan dan tangan saya”

Lahir tahun 1957, William Tan menderita polio sejak usia 2 tahun akibat tidak divaksinasi. Beliau menjalani kehidupannya di atas kursi roda karena menderita lumpuh dari pinggang ke bawah. Namun hal tersebut tidak menjadi kendala baginya untuk menaklukan berbagai tantangan hidup dan menjadikan hidupnya inspirasi bagi banyak orang. Tidak ingin menyerah dengan kondisinya, dia menunjukkan kekuatan yang luar biasa dalam mengatasi kesengsaraan hidupnya. Dari seorang drop-out TK, William selalu menduduki peringkat teratas di sekolah dasar Selegie Primary dan melanjutkan pendidikan menengah di Raffles Institution atas beasiswa pemerintah Singapura. Alumni National University of Singapore (NUS) yang mengambil jurusan Biologi & Psikologi ini menjadi pegawai negeri setelah lulus tahun 1980 Untuk mengejar impiannya menjadi seorang peneliti dan dokter, dia mengambil program pascasarjana di luar negeri (di antaranya Harvard, USA dan Oxford, Inggris) sejak tahun 1989. Ia berhasil mendapatkan gelar PhD dalam bidang neuroscience di pusat riset terkemuka di dunia, Mayo Clinic, Missisipi , USA. Saat ini, DR. William Tan dikenal luas sebagai seorang neuroscientist (ahli bedah syaraf otak), medical doctor dan pemerhati sosial.

Namun, berbagai pencapaian akademis yang luar biasa tersebut belum cukup baginya, demi menjadikan dirinya berharga bagi sesamanya. Dr. William Tan juga dikenal luas secara internasional sebagai seorang atlet marathon dan paralympic, yang telah mencatatkan berbagai rekor fantastis pada event olahraga kelas dunia. Namanya bahkan tercatat dalam Guinness Book of World Record untuk keikutsertaannya dalam 10 marathon di 7 benua dalam 70 hari. Perlombaan yang diikutinya antara lain di Antartika, Argentina, Mesir, Thailand, Afrika Selatan, Belanda, Australia, Selandia Baru, Kanada dan Amerika Serikat, berlangsung antara Februari hingga Mei 2005. Selama lebih dari 20 tahun, Dr.William Tan telah ikut serta dalam berbagai event olahraga bertaraf internasional, antara lain Paralympic Games di Seoul tahun 1988, Commonwealth Games dan Asia-Pacific Games, dll. Pada 26 Februari 2006, dia menjadi orang berkursi roda pertama di dunia yang menginjak benua es Antartika. Dia juga mencetak rekor orang pertama yang menyelesaikan marathon di kutub utara selama 21 jam 10 menit dalam kondisi cuaca ekstrim (-25o C) pada tanggal 6 April 2007.

Beberapa Rekor Dunia yang telah diukir oleh William Tan :

  • Waktu Tercepat Menyelesaikan 3 Marathon dalam 3 hari. Catatan waktu gabungan tercepat di kursi roda di 3 marathon dalam 3 hari adalah 7 jam 13 menit 45 detik. Ketiga lomba tersebut berlangsung pada 3 – 5 September 2005, yaitu Pocatello Marathon, New Mexico Marathon dan Heart of America Marathon.
  • Rekor Dunia Jarak Tempuh Terpanjang Jarak terjauh yang ditempuh dalam 24 jam di kursi roda Dr William Tan Kian Meng berkursiroda sejauh 243 km dalam 24 jam pada 30-31 Juli 2005 di lintasan lari Raffles Institution, Singapura.
  • Waktu Tercepat Menempuh Jarak 100 km Waktu tempuh tercepat dengan kursi roda untuk jarak 100 km adalah 7 jam 33 menit 2 detik oleh Dr William Tan Kian Meng, dilakukan di stadion olahraga NUS pada 18 September 2005. Waktu tempuh tercepat dengan kursi roda untuk jarak 100 km di jalan raya adalah 5 jam 45 menit 12 detik oleh Dr William Tan di Cairo, Mesir pada 18 November 2005.

Pada tahun 1987, dia menyadari bahwa “winning medals, trophies or prize money should not be an end to itself. It should be a means to further goodness and to help people.” Ketika itu dia mendengar adanya beberapa pasien miskin yang menderita gagal ginjal dalam keadaan menyedihkan di rumah, akibat tidak mampu membayar biaya cuci darah. William Tan tergerak untuk membantu pengumpulan dana untuk mereka dengan cara memacu kursi rodanya berkeliling lintasan sekolahnya selama 16 jam dan dia berhasil mendapatkan dana amal sebesar $63,000. Sejak saat itu, William Tan mengikuti berbagai perlombaan marathon dengan tujuan pengumpulan dana (fund raising) bagi kaum yang membutuhkan di Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat dan Inggris. Dia juga melakukan sky-diving, ski air, berlayar bahkan memanjat bangunan setinggi 14 lantai untuk kegiatan pengumpulan dana. Selama 20 tahun, Dr. William telah mengumpulkan dana sebesar US$ 14 juta, ditujukan bagi institusi / individu yang memerlukan, antara lain pasien gagal ginjal (1987), the Universities Endowment Fund (1993), the Professorship in Geriatrics (2000), the Children’s Hospital in Boston (2002), Children with Leukemia, London (2003), the Professorship in Paediatric Oncology at NUS (2005), the “Global Flying Hospital” (2007), Free Wheelchair Mission, California (2007) and Saint George Hospital, Sydney (2007) dan lain-lain.

Tahun 2001, ketika William Tan berada di Boston, USA, dia menghubungi Children’s Hospital untuk menawarkan bantuannya dalam pengumpulan dana untuk anak-anak yang membutuhkan. Tan diperkenalkan dengan Jessica, yang didiagnosa menderita leukemia dan kemudian menjadi partnernya dalam berlomba di marathon Children’s Hospital Trust tahun 2002. Jessica, yang terdiagnosa sejak berusia 2 tahun dan sejak itu harus menjalani radiasi dan kemoterapi untuk menyembuhkan penyakitnya, menyambut kedatangan Tan di garis finish. Mereka bersama mengumpulkan dana untuk tujuan riset sekaligus membangun public awareness terhadap penyakit kanker pada anak. William Tan selalu kembali berlomba dalam Boston Marathon setiap tahun untuk Jessica. Pada Boston Marathon tahun 2004, Tan melintasi garis finish dengan Jessica di pangkuannya. Momen ini banyak diabadikan oleh media dan merupakan kampanye efektif bagi pengumpulan dana mereka.

Atas kontribusinya yang luar biasa dalam bidang kemanusiaan dan pelayanan masyakarat, baik local maupun internasional, berbagai penghargaan dianugerahkan kepada William Tan, antara lain :

  • The Readers’ Digest Inspiring Asians Award
  • The Commonwealth Youth Award
  • The Outstanding Young Persons of the World Award
  • The Distinguished Alumni Award
  • The 1995 Singapore Youth Award
  • The Outstanding Young Person of Singapore Award
  • Albert Schweitzer Prize dari Harvard University

Tahun 2005, Dr. William Tan melelang sepuluh medali yang telah diperolehnya dalam rangka mengumpulkan dana bagi institusi pelayanan masyarakat miskin di Geylang dan Toa Payoh yang sedang menghadapi kesulitan financial. Dia berhasil mengumpulkan $188,888 dari kegiatan ini. Lelang medali untuk amal ini merupakan suatu bentuk penghargaan (tribute) William Tan kepada para manula dan ayahnya yang meninggal akibat kanker pada tahun 2000.
Selama lebih dari 20 tahun, di samping pekerjaannya sebagai periset medis, Dr. Tan telah mendedikasikan waktu, tenaga dan uangnya untuk menolong sesama yang membutuhkan. Empat belas tahun yang lalu, dia membentuk sebuah support group untuk membantu pasien cacat baru, yang sekarang dikenal sebagai Spinal Support Group. Beberapa waktu lalu, Dr Tan juga mendirikan Women’s and Children’s Healthcare Foundation, dengan misi untuk memperbaiki kesejahteraan dan kesehatan anak, kaum muda dan keluarga. Sampai saat ini, Dr. Tan masih terlibat dalam berbagai aktivitas sosial. Dia berkeliling dunia untuk berbagi kisah hidupnya, dengan tujuan untuk memberi inspirasi bagi individu atau organisasi lainnya. Perjuangan Dr. Tan melawan keterbatasan fisiknya telah berhasil mengantarkan dirinya mencapai tujuan besar dalam hidup, yaitu menjadikan dirinya berguna bagi orang lain sekaligus membuktikan bahwa kekuatan mental mampu menggantikan kelemahan fisiknya.

Maukah kita menjadi orang seperti Dr. Tan, menghilangkan dominasi kekurangannya hanya dengan fokus pada kekuatannya.

Fokus, kerja keras, berderma adalah kunci menjadi seorang manusia sejati.


Bookmark and Share

Published by

Richard Reynaldo

Richard Reynaldo alias Raden Mas Gandrik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s