Cinta Jarak Jauh

Cinta,. Kata ini sering diucapkan dan didendangkan dalam tembang lagu. Sering juga saya melihat cinta diumbar dimana-mana, ada yang pelukan, bermanja-manja, dan lain sebagainya walaupun kadang saya merasa bukan pada tempatnya cinta itu diumbar. Di Jakarta ini, dengan gaya pergaulan ala Amerika namun fasilitas ala Afrika ini cinta pun diumbar dimana-mana, terutama kalau malam minggu. Sering kali saya dan teman saya Ferdian ketika berboncengan dengan motornya sering menggerutu ketika melihat mereka yang sedang mengumbar cinta.

Usut punya usut, gerutuan kami berdua itu ternyata beralasan, teman saya menggerutu karena belum mendapatkan pasangan, sedangkan saya lebih beruntung karena sudah ada pasangan walaupun pasangan saya, Titi berada di negeri seberang, di Singapura. "wah, nyebahi tenan mas yen aku ndelok ngono, marai ngiri wae.." begitu juga Ferdian menimpali, "iyo yo mu, marai ngiri wae." namun seketika itu saya terdiam dalam hati, wah beruntungnya mereka karena berdekatan, sedangkan saya malah berjauh-jauhan dengan Titi. Namun sangat heran juga bisa bertahan di tengah maraknya arus globalisasi perselingkuhan dan rawan kudeta pasangan lain.
Pada suatu malam, tiba-tiba YM saya berbunyi BUZZ, dikarenakan ada yang memanggil, ah ternyata teman semasa kuliah dan setelah berbasa basi, teman saya ini mulai curhat dan meminta sharing bagaimana caranya mempertahankan hubungan jarak jauh yang setiap tahun hanya bisa bertemu 5-6 kali. Teman saya ini rupanya mengalami hal yang sama, namun perbedaannya adalah beda kota namun masih dalam satu negara.
Dikarenakan waktu sudah malam dan mengantuk, saya menjelaskannya juga sedikit ogah-ogahan, namun setelah itu teman saya pun mengirim email dan bertanya apa sih sebenarnya definisi cinta menurut saya dan bagaimana semuanya bisa berjalan dengan baik
Seketika itu juga saya jadi terdiam, menghela nafas dan berpikir sejenak. Rasa kantuk yang menyerang tiba-tiba mengilang dan bersiap untuk berpikir kembali dan mempersiapkan jemari untuk mengetik jawaban email tersebut. Sejenak saya berpikir dan akhirnya jemari tengah saya mulai menuliskan kalimat per kalimat.
Berbicara soal cinta, saya malah jadi teringat ketika saya dan Titi menghadiri pernikahan sabahat kami Victor dan Ellen, di Blessed Sacrament Church di Singapura beberapa waktu yang lalu. Penerimaan sakramen pernikahan itu Romo berkhotbah bahwa Cinta atau Love mempunyai beberapa definisi yang saling terikat dan jika kurang salah satunya maka bukan cinta namanya.
L – Untuk Listening, akhirnya Romo pun memulai khotbahnya. Mendengarkan adalah factor yang paling utama untuk dapat menjalin komunikasi. Mendengarkan pendapat orang lain atau pasangan adalah memberikan kerelaan hati dan berusaha untuk mendapatkan komunikasi dua arah. Mendengarkan akan menyingkirkan ego probadi yang berlebihan menciptakan kondisi saling rendah hati dalam menjalin hubungan.
O – untuk Openness, keterbukaan adalah factor penting juga dalam menjalani hubungan, sikap mau mendengarkan, rendah hati akan memicu untuk terciptanya keterbukaan ini.
V – untuk Vision, hubungan yang baik hendaknya mempunyai pandangan ke depan, bagaimana hubungan kita ini akan dirajut di masa depan. Sering di acara infotainment disebutkan jika ada pasangan yang pada akhirnya berpisah hanya dikarenakan perbedaan visi.
E -  untuk Encouragement, Encouragement atau dorongan, Romo pun melanjutkan khotbahnya, adalah sikap untuk saling memotivasi dan memberikan dorongan yang positif untuk pasangan kita dan diri kita. Dorongan ini hanya akan tercipta jika kita telah mampu menyingkirkan ego kita, terbuka terhadap pasangan dan mempunyai visi bersama yang sama.
Hubungan jarak jauh memang tidak mudah, diperlukan pengorbanan ekstra untuk dapat menselaraskan hubungan tersebut, komunikasi. kemandirian, keterbukaan, kepercayaan dan kejelian memanfaatkan teknologi menjadi kunci utama dalam menjalin hubungan ini.

Selamat mencoba kawan, semoga engkau sukses dalam menjalin hubunganku. Demikian setelah saya selesai menulis email tersebut,l sebulan setelahnya saya menerima email balasan dikarenakan hubungan mereka sudah jauh lebih baik.

Sumber :

Pengalaman pribadi.

Published by

Richard Reynaldo

Richard Reynaldo alias Raden Mas Gandrik

One thought on “Cinta Jarak Jauh”

  1. Cinta jarak jauh, bagi pasangan yg berhasil menjalaninya emang susah dimengerti, kenapa bisa berlangung lama dan berjalan mulus. Tapi pasangan yg sudah berhasil dgn cinta jarak jauh, dan blm pernah menjalani jarak dekat, harus menyatukan diri untuk bisa berhubungan jarak dekat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s